Khotbah Jumat

Penulis: Joko Lelono   Matahari kian tinggi. Sinarnya tajam tanpa ada yang menghalangi. Sebuah siksaan jika berlama-lama berada di luar ruangan. Memang aku jarang bekerja di bawah terik matahari. Mungkin akan berbeda bagi mereka yang terbiasa. Toh, tetap saja jika kau lahir dan besar di negeri tropis seterbiasa dan seindah apapun matahari pada cuaca yang […]

Continue Reading

Tentang Buku Harian

oleh: Joko Lelono Aku punya beberapa buku harian. Mungkin tiga atau empat. Ada yang kutinggalkan karena halaman-halamannya telah penuh dengan tulisanku. Ada juga yang tak pernah aku memenuhinya. Jika kembali aku berusaha membaca salah satu diantaranya selalu aku tidak sanggup bertahan lama. Alangkah lucu membaca kisah yang itu nyata dan kau sendiri pemeran utamanya. Jika […]

Continue Reading

Sitti Nurbaya 1992

Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai, siapa yang tak kenal karya tersebut. Rasanya semua yang pernah mengenyam pendidikan formal di negeri ini pasti mengenal atau setidaknya pernah mendengarnya. Saya sendiri ingat pertama kali mendengarnya pada bangku SMP. Sitti Nurbaya muncul pada pembahasan tentang periodisasi sastra. Karya tersebut merupakan wakil terkemuka dari angkatan 1920 atau angkatan Balai […]

Continue Reading

Namanya Dara

Dara, kutahu namanya saat dia ambil bagian dalam menyambut Dies Natalis Fakultas. Dia mahasiswi jurusan akuntansi semester lima. Dara, tak butuh waktu yang lama untuk aku dapat mengetahui nama dan sedikit informasi tentangmu. Pun, tak banyak waktuku yang terbuang untuk memikirkan dan membayangkan dirimu. Pada awalnya kupikir Tuhan sedang berbaik hati padaku dan memudahkan anganku. […]

Continue Reading

Amin dan Sepetak Tanah

Di sebuah gubuk, Amin dan istrinya menatap sama-sama terdiam. Keduanya memandangi kuning dari hijaunya tanaman padi yang sudah siap panen. Hari itu matahari tak nampak garang, angin bersuka ria bermain bersama capung belalang dan capung. Adzan ashar terdengar, menandakan waktu sekira pukul 15:35. Sang istri yang sedari siang berada di sana sebab mengantar makan siang […]

Continue Reading

Mengapa Tidak Mulai Membicarakan Sastra Anak

Gadis penjual korek api kelaparan dan kedinginan, bajunya tampak kekecilan sedangkan sepatunya terlalu besar. Di tengah keputusasaan, Elmaut datang menjemput, tetapi dia memberi kompensasi untuk segala hal tidak membahagiakan dalam hidup sang gadis. Pada tiap batang korek yang dinyalakan, si gadis kecil melihat ilusi tentang harapannya dalam hidup; tempat yang hangat, makanan yang cukup, pohon […]

Continue Reading

Melankoli, Keruntuhan, Kediktatoran

Muhammad Iqbal Sejarawan, IAIN Palangkaraya Editor, Penerbit Indie Marjin Kiri E-mail: muhammad.iqbalgtb@gmail.com Selama lebih dari tiga dekade, alat-perekam dan buku catatan selalu setia di tangan Svetlana Alexievich. Peraih Hadiah Nobel Sastra 2015 ini telah mengobrak-abrik puing-puing sasmita Soviet, menangkap suara-suara dari orang-orang yang hidup, mereka yang menderita atau makmur di Uni Soviet, dan dalam halai-balai […]

Continue Reading