Membina Ketamakan, Membinasakan Hutan

Belum lama ini kita memperingati tanggal 10 Januari yang sakral bagi aspek lingkungan hidup. Tidak setenar tanggal sehari setelahnya yang diabadikan grup musik GIGI dalam tembangnya, namun berpengaruh besar terhadap masa depan dunia. Di tanggal tersebut masyarakat memperingati Hari Lingkungan Hidup Indonesia yang berbarengan dengan Hari Gerakan Satu Juta Pohon. Mundur dua bulan sebelumnya, kita […]

Continue Reading

Geger Surapati, Ketika Budak Mempermalukan Belanda

Selama ini budak selalu digambarkan sebagai individu yang lemah. Dia dianggap sebagai orang yang tak memiliki kemerdekaan. Bahkan, keseluruhan hidupnya dipergunakan untuk kepentingan tuannya saja. Tidak ada hak-hak pribadi yang bisa dia penuhi. Semua celah kehidupannya penuh dengan intervensi tuannya. Gambaran budak yang lemah dan tak merdeka ternyata sama sekali tidak berlaku bagi Untung Surapati. […]

Continue Reading

Melacak Kejayaan De Tjolomadoe Lewat Mesin

“Pabrik iki openana, sanajan ora nyugihi, nanging nguripi, kinaryo papan pangupa jiwane kawula dasih”. Artinya, pabrik ini peliharalah. Meskipun tidak mendatangkan kekayaan, tetapi menghidupi dan memberi perlindungan untuk jiwa para rakyat kecil. Kalimat bijak dari Sang Raja, Mangkunegara IV, mengingatkan kita semua untuk tetap memelihara pabrik gula peninggalan Mangkunegaran walau bagaimanapun keadaannya. Pabrik yang dimaksud […]

Continue Reading

Tertawa di Masa Kolonial Bersama Tjamboek Berdoeri

Tjamboek Berdoeri adalah nama pena yang dipilih oleh Kwee Thiam Tjing ketika menjadi kolumnis di Pewarta Soerabaja pada 1924. Namanya terdengar menakutkan, dan anehnya sekaligus memesona. Akan tetapi, membaca tulisannya yang dikumpulkan oleh Ben Anderson dalam buku Mendjadi Tjamboek Berdoeri, persepsi atas namanya yang begitu garang, akan luruh. Buku ini adalah hasil dari proses pencarian […]

Continue Reading

Kritik Pedas Bapak Pendidikan Nasional Untuk Pemerintah Kolonial

Berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 menjadi momentum perubahan jalur perjuangan kemerdekaan Indonesia yang semula melalui jalur peperangan atau perlawanan kedaerahan menjadi jalur organisasi dan gerakan politis yang bersifat nasional. Berdirinya BO juga memicu kemunculan organisasi lain yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia. Pada 25 Desember 1912, tepat di Hari Natal berdirilah […]

Continue Reading

Serat Sekar Kumpeni

Musim dingin telah berakhir di Hirado. Kuncup perlahan tumbuh dari ranting-ranting yang kemarin beku. Sayang engkau tidak hadir di sini untuk menyaksikannya Carolina. Maafkan kami yang tidak bisa berbuat banyak. Hanya pagoda kecil ini yang mampu kami persembahkan sebagai pengingat. Tentang seorang anak yang berbakti kepada orang tua dan tanah kelahirannya. Hirado tidak akan melupakanmu. […]

Continue Reading
Romusha

Orang Eropa di Bawah Tirani Fasis

Ketika Jepang mulai memasuki Indonesia 8 Maret tahun 1942, sebenarnya pihak Belanda sudah bersiap untuk berperang melawan guna mempertahankan kekuasaan sampai titik darah penghabisan. Namun, kebulatan tekad dari Belanda itu sirna ketika melihat keganasan militer Jepang saat menyerang mereka secara terus menerus. Ya, Belanda kalah dan takluk ke Jepang. Ada yang tertawan, ada juga yang […]

Continue Reading

Stasiun Secang: Riwayatmu Kini

Sejarah perkeretaapian di Magelang diawali dengan beroperasinya jalur Kereta Api Jogja-Magelang pada tanggal 1 Juli 1898. Jalur ini dioperasikan oleh NISM (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij) merupakan salah satu perusahaan Kereta Api swasta Belanda yang tergabung dalam VS (Veerenigde Spoorwegbedrigs). Jalur ini menghubungkan Jogja-Sleman-Tempel-Muntilan-Blabak dan Magelang. Stasiun yang menghubungkan Magelang sampai Jogjakarta adalah Stasiun Magelang Kota, Magelang […]

Continue Reading