Segelas Tanggung Kopi Susu

Cerpen Sastra

Berhadapan itulah kita berdua
Duduk di bangku malas masing-masing
Berkotak dinding bangunan dari anyaman bambu

Siang yang cukup terik
Warung kopi baru saja buka
Kopi sudah sedia,
kupesan segelas tanggung kopi susu

Kau coba minum itu, kopi susu
Wajahmu bereaksi, menelan pahit
Seperti jamu kau bilang waktu itu

Air mineral diperbantukan guna usir rasa pahit
Seperti biasanya, kau yang banyak bercerita
Pun seperti biasa,
aku hanya banyak mendengar untuk kemudian mengiyakan perkataanmu

Hanya setengah hari waktu yang tersedia
Kuingat langit mendung hentikan mesin di sebuah pertigaan jalan
Tanganmu kusambut dan kau lepas, sebab hari tlah lewat senja

Sumber Gambar: Link