Ketika Sang Pujaan Pergi

Cerpen Sastra

Apa kamu ingat?

Saat desiran ombak pantai bergemuruh?

Benar, bila hujan adalah reminder kenangan

Setiap bunyi tetesan air yang jatuh ada kenangan yang terbawa

-Kyra,2018-

Karena tak hanya kenangan yang kurindukan saat ini, tetapi dengan pembuatnya pun aku rindu, Dav , do you feel too?

“ Kyra, ada teman yang mencarimu ! “ kata ibunya sambil membuka pintu kamar

Kyra yang sedang melamun  terjaga dari lamunan dan menghampiri ibunya

“Siapa bu, Kok tumben hujan gini main? “ Tanya nya sambil berdiri didepan pintu

“Naya ra, katanya mau ketemu, penting” jawab ibu nya

Kyra bergegas keluar menuju ruang tamu menghampiri teman itu,

“Naya , ada apa? Tumben malam-malam hujan pula? “ kata Kyra sambil duduk di sofa

“Ra, aku hanya ingin minta maaf soal…” ucapnya  tanpa melanjutkan kalimat dan Kyra pun mengangguk tanda dia tahu yang dimaksud

“Nay, aku paham kau akan membahas masalah Dave bukan? Nay percaya  aku tak mengapa Dave memang ada rasa dengan mu , Dave sudah cerita banyak  tentang mu dengan ku , aku dan Dave selama ini hanya berteman tidak lebih , kata Kyra sambil memeluk Naya

“ Jadi, kamu dan Dave tidak ada apa-apa? Sungguh? “Tanya Naya serius
“Dua rius Naya” jawab Kyra dengan nada meyakinkan

“ Aaa.. Kyra, maafkan aku yang sempat berfikir negatif pada mu” ucap Naya dengan memeluknya

 “ iya sudah, ingat  besuk ada janji di taman fakultas Ekonomi” Kata Kyra sambil senyum

“oke pamit pulang ya, sekali lagi terimakasih karena kamu sudah memperjelas dan gak marah,
oh yaa ibu mu mana Ra? Mau pamit” kata Naya sambil berdiri

Naya berjalan menghampiri ibu yang duduk di meja makan “ Tante Naya pulang ya keburu kemaleman, Assalamualaikum “
“Waalaikumsalam, hati-hati ya Nay, jangan ngebut bawa motornya “kata ibu
“Oke tan ,pulang ya” kata Naya sambil memutar kendaraan

Setelah Naya pulang, Kyra menutup pintu dan berjalan ke kamar

 “ Bu , Kyra tidur yaa Selamat malam Ibuku sayang ,selamat istirahat” ucap Kyra sambil mencium pipi ibunya

Masuk kamar lalu mengunci pintu

Hati nya bergumam

Naya, Andai kamu tahu, sejak aku pergi bersama Dave ke Kota yang terbuat dari Rindu  Yogyakarta. Ada rasa yang berbeda yang muncul dan Dave tidak tahu  karena aku tak pernah bercerita. Entah mengapa  aku cukup sanggup mencintainya dalam diam ku, terlalu dalam pula aku mengikhlaskan.
Air mata Kyra langsung menetes seketika

Kyra, Naya dan Dave adalah teman kampus , satu fakultas, satu jurusan dan bahkan satu kelas.
Awalnya Naya dan Kyra tidak begitu akrab , berbeda dengan Dave dan Kyra yang akrab dari awal semester.
Kyra dan Dave itu rasanya dipertemukan untuk berpartner dalam hal apapun, salah satunya di HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) kampus Rasanya dimana ada Dave disitu pula ada Kyra , hingga pada suatu waktu Dave bercerita pada Kyra setelah acara kampus selesai

“ Kyra , kamu ada acara  nggak  setelah ini? Tanya Dave
“ nggak Dave, gimana? “ Tanya Kyra  serius
“ Makan Bakso depan Rumah sakit yang arah rumah mu, aku ingin cerita” kata Dave sambil membereskan perlengkapan acara
“oke , kamu yang traktir yaah “ kata Kyra sambil ketawa
“ Shapp“ ucap Dave sambil berjalan

Selesai acara Dave dan Kyra bergegas ke parkiran  motor bersama disitu ada Pras teman sekelas Kyra dan Dave yang sering mengolok mereka
“ cie jadian nih , tapi kok gak ada kabar yaahh “ kata Pras sambil ketawa
“emang mereka udah resmi ya jadian? “ sahut temannya
Kyra yang perasa berucap spontan “ Kalian itu apaan , siapa juga yang pacaran?”
“udah Ra, jujur aja sama perasaan mu,  jangan ditutupi.”  Ledek Pras
Dave hanya senyum dan bilang “ kamu itu kenapa sih Pras,  aku sama Kyra biasa aja”.

Pras dan temannya pergi , Kyra dan Dave pergi meninggalkan lokasi parkir menuju  warung bakso

Sampai diteras warung Mie ayam & Bakso kyra turun dan menaruh helm diatas motor Dave

“ Ra , kamu masuk dulu , kamu mau pesen apa? “ Tanya Dave merapikan rambutnya
“ Mmm.. aku pesen bakso aja deh, kamu mau dipesenin sekalian nggak ? Tanya Kyra perhatian.

“ aku pesenin sekalian ya Ra, Mie ayam Bakso sama Es teh ya!” pinta Dave

“ oke “ jawab Kyra

setelah menemukan tempat duduk yang pas disitu Dave memulai cerita

“ Ra, kamu kenal Naya?”Tanya Dave
“ Naya temen sekelas kita? “ perjelas Kyra
“ Iya ra, Naya Sukma “ tegas Dave
“ ya Dave kenal , kenapa dia? Kamu suka yaa ? “ ledek Kyra
“ Iya ra, aku tertarik sama dia, dia itu berbeda, dia cantik “ jawab Dave

Duaaaarrr.. bagai tersambar petir hati Kyra, dia terdiam tanpa berpendapat apapun , rasanya ingin menangis tapi tak sanggup,
dan  harus menahan air mata nya untuk menetes didepan orang yang dia cintai.

“rasanya tak sanggup  mendengar cerita Dave “ lirih Kyra dalam hati

“Kyra?? Hay.” Tanya Dave sambil melambaikan tanganya didepan wajah Kyra

“ Eh iya Dave, gimana” Tanya Kyra sambil menatap Dave kembali

“ iya gimana Ra, aku bingung harus mulai mendekati  darimana “ tanya Dave

“ gimana ya Dav ,  nanti aku coba  bicara sama Naya langsung ya, pulang yuk sekarang!“ ajak Kyra
“ yuk ,tapi janji ya ra bantuin aku” kata Dave sambil tersenyum .

“ iya Dave, insyaAllah ya “ jawab kyra datar

Diperjalanan Kyra hanya diam , dia tak mengeluarkan satu huruf pun dari mulutnya ,
dia hanya ingin menangis namun tak mungkin, saat dirinya masih bersama Dave.
Sesampainya di halaman rumah Kyra,  motor Dave berhenti

“ sudah sampai nih” kata Dave
“ iya Dav , makasih ya.. “ jawab Kyra pendek
“ok Ra, jangan lupa sampaikan ke Naya secepatnya!” pinta Dave
“iya Dave,” kata Kyra sambil berjalan masuk menuju pintunya
“ oke,, aku langsung pulang ya.” Kata Dave sambil memutar kendaraan

Motor Dave melaju begitu kencang , dan di lampu merah jl. Garuda ia  bertemu dengan Pras ,
“Dave, mana Kyra? “ tanya Pras
“Kyra dirumahnya lah, kenapa? “ tanya Dave
“Dave ada yang perlu aku omongin , soal Kyra , bisa gak kita mampir di warung ujung jalan itu” kata Pras
“boleh, ayo” jawab Dave

Kedua motor melaju, hingga keduanya berhenti di Kedai kopi, turun dan melepas helm,
mereka menuju tempat duduk kosong paling ujung.
“Dave , aku ingin memberitahu sesuatu tentang Kyra,” tutur Pras
“ apa Pras?“Tanya Dave penasaran
“ Dave, apa kau tak merasa ada yang berbeda dari sikap Kyra kepadamu? Tidak kah kau merasa di spesial kan? Tak merasa bahwa ada perhatian yang berbeda untukmu? “ kata Pras tegas
“Pras, harus berapa kali sih , aku jelas kan kita hanya teman, teman di organisasi kampus , teman dikelas nggak lebih, Dan untuk masalah perhatian dan sikapnya Kyra terhadap ku itu kuanggap teman tidak lebih” ucap Dave dengan sedikit nada tinggi
“percaya atau tidak , tidak ada pertemanan murni diantara laki-laki dan perempuan, karena akan ada salah satu diantara mereka yang terjebak di satu rasa bernama cinta” jelas Pras

Dave terdiam, dia berpikir keras tentang semua perkataan Pras, sesaat setelah itu kopi yang mereka pesan datang . Dave yang pikirannya sedari tadi sudah kemana mana akhirnya langsung menyeruput kopi itu, tanpa berpikir panjang.
“ terimakasih nasihatnya ,  aku tahu apa yang harus aku perbuat sekarang, Pras aku pamit” kata Dave ,
“oke Dave” jawab Pras
Dave  menuju kasir, dan Pras masih stay di tempat duduknya
meninggalkan kedai  menuju rumah, sesampai nya dirumah, dia mengeluarkan ponselnya mencari nomor telepon  Kyra dan meneleponnya.

(Kriing) Kyra melihat layar ponselnya tertulis “Dave”

Kyra  : “Halo, Dave ada apa? “
Dave : “Ra,, aku ingin meminta maaf , mungkin karena ketidakpekaanku dengan semua sikapmu tapi benar adanya aku hanya menganggap mu teman , tidak lebih dan setelah ku telaah sikapmu sepulang tadi menunjukkan sikap cemburumu atas jujur nya perasaanku untuk Naya,” kata Dave menjelaskan
Kyra  : “Dave, kenapa kau berbicara seperti itu? Aku sudah menceritakan semuanya  Ke Naya dan satu hal yang kau tahu , bahwa Naya pun juga ada rasa dengan mu Dave,Kau tahu perasaanku? Aku bahagia bila kau bahagia meskipun bahagiamu bukan denganku.”
Dave : “Kyra, terimakasih atas sikapmu”
Kyra   :”Dave, benar memang aku ada perasaan itu tapi tenanglah sebentar lagi juga sudah hilang“
Dave  : “ Ra , terimakasih atas perasaanmu untukku”
Kyra   : “ iya Dave sudah , jadi dibantu kan ngomong sama Naya? Besuk  ketemu di taman fakultas”
Dave  : “ ok Ra, jam berapa?”
Kyra   : “ jam 10  ya, sampai jumpa besok”

Pagi itu , Kyra berbicara di depan cermin untuk dirinya sendiri Kyra Aulia, kamu hebat”
Pukul 10.00 mereka bergegas menuju taman fakultas, disitu mereka menunggu Dave,
satu jam sudah mereka menunggu Dave tidak datang, panggilan telepon Kyra sedari tadi juga tidak diangkat.
Dimana Dave?
Panggilan telepon  yang ke 10 Dave me reject panggilan dan membalas lewat pesan singkat.

“Ra, aku minta maaf sebelumnya, aku tidak dapat memenuhi janji ku hari ini untuk menyatakan perasaan ku dengan Naya, setelah ku pikir lebih baik aku tidak pernah menyatakan rasa ini untuk Naya, karena  aku tidak ingin perasaan perempuan yang kagum padaku terluka karena melihat aku menyatakan cintaku untuk yang lain, sekali lagi terimakasih atas usahamu , dan aku minta maaf , sampaikan pada Naya, terimakasih”

“Nay, kita pulang aja yuk”ajak Kyra
“Kenapa ? Kita belum bertemu dengan Dave “ kata Naya
“ Dave tidak jadi datang, dia hanya mengirim sebuah pesan, dan ini pesan dari Dave” kata Kyra  menunjukkan HP nya.

Selepas membaca pesan dari Dave, raut wajah ceria Naya hilang.
Seketika, ia beranjak dari bangku taman, berpaling dan meninggalkanku tanpa sepatah kata.
Ia pun kecewa.

Sumber Gambar: Link