Peter Van Dongen: Mengenal Identitas Melalui Riset

Berdarah Indonesia, nenendanya berasal dari Ternate lantas kawin dengan seorang keturunan Tionghoa. Bertahun kemudian, berkat kisah sang bunda yang sempat mukim di Hindia, membikin komik berlatar Jawa & Selebes pada 1946. Risetlah yang membawanya pada pertemuan dengan kerabat jauh di pelosok Ternate. Sebuah buku tertangkap pandangan ketika tengah menyusuri Shoping Center, Yogyakarta, Ahad tiga pekan […]

Continue Reading

Soedjatmoko: Dokter, Diplomat, dan Peletak Dasar Historiografi Indonesia

14 Desember 1957, Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta nampak lebih sibuk dari biasanya. Pada hari itu, sejumlah intelektual dari pelosok negeri berduyun-duyun menuju Universitas negeri pertama yang didirikan pasca kemerdekaan Indonesia tersebut. Kedatangan mereka merupakan bagian dari agenda pelaksanaan Seminar Nasional Sejarah pertama yang diselenggarakan di republik yang masih berumur sangat muda itu. Menurut […]

Continue Reading

Peter Kasenda, Soekarno, dan Narasi Alternatif Sejarah Indonesia

Senin, 9 September 2018, para pegiat sejarah di seluruh Indonesia berduka. Peter Kasenda, salah seorang sejarawan produktif, telah berpulang. Hemat penulis, di generasi sekarang tidak ada orang yang paling mengenal Bung Karno selain beliau. Peter Kasenda, seorang peneliti cum dosen Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta kerapkali didengar oleh mereka yang menyenangi sejarah.  Namanya juga sering […]

Continue Reading

Panembahan Romo, Sang Ambalik

Zoo zal het zijn, kroonprins Anoem! Gy hebt my uw vinger geboden Vast heb ik dien in den mond, en tot uw uitersten teenen Zal ‘k u verslinden, u en al de uwen—en Java is mijner!   (Akan terjadi seperti ini, Adipati Anom! Engkau memberiku jari tanganmu Telah ada di dalam mulutku, dan hingga seluruh […]

Continue Reading

Hakikat Islamisasi Nusantara dalam Pandangan Syed Muhammad Naquib al-Attas

Pada magnum opus yang berjudul Jaringan Ulama, Azyumardi Azra menuliskan satu tinjauan ulang mengenai Islamisasi di Nusantara. Dalam tinjauan tersebut, menariknya, ia menyantumkan satu teori Syed Muhammad Naquib al-Attas yang dianggap Azra sebagai “pembela tergigih “teori Arab” atau, sebaliknya, penentang terkeras “teori India”.” Di antara penolakan al-Attas adalah mengenai penemuan epigrafi (tulisan dalam nisan atau […]

Continue Reading

Sri Sultan Hamengkubuwono IX: Raja Unik nan Sederhana

“….Walaupun saya telah mengenyam pendidikan Barat yang sebenarnya, namun pertama-tama saya adalah dan tetap orang Jawa.” Kutipan di atas merupakan cuplikan serangkaian pidato progresif GRM Dorodjatun dalam penobatan sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono IX di hadapan rakyat dan para pejabat Hindia-Belanda saat itu. Hal ini jelas mengejutkan pejabat Hindia-Belanda yang hadir karena Belanda sendiri ingin […]

Continue Reading

Kepergian Udin adalah Duka Masyarakat

“Ya gimana lagi, kenyataannya begitu. Yang saya tulis adalah kenyataan. Kalau memang saya harus mati, akan saya terima.” Itu jawaban Fuad Muhammad Syarifudin ketika diminta Marsiyem, istrinya, untuk tidak terlalu berani dalam menulis berita. Udin, nama sapaannya, tetap berkeyakinan kalau kenyataan yang terjadi di Bantul, tempat dia bertugas mencari berita, harus ditulis apa adanya. Setiap […]

Continue Reading

A.R. Baswedan: Pejuang Indo-Arab yang Moderat

Abdurrachman Rasyid Baswedan memiliki nama lengkap Abdul Rahman Awad Baswedan merupakan cucu dari Arab totok bernama Umar dari Syibam, Hadramaut. Ia lahir pada 9 September 1908 di Kampung Ampel Jawa Timur. Meskipun keluarganya merupakan pedagang, AR. Baswedan dididik dengan aturan Islam dan tradisi leluhurnya secara ketat. Jenjang Pendidikan formalnya dimulai pada usia 5 tahun di […]

Continue Reading

Sukarno: Si Penyambung Jodoh Hatta

Dalam bukunya Untuk Negeriku yang terdiri dalam III jilid, Mohammad Hatta menuliskan lahir tanggal 12 Agustus 1902 di Bukit Tinggi (Fort de Kock di masa Hindia-Belanda). Namun, Hatta baru menikah di usia yang sudah terbilang tua yakni 43 tahun atau setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Padahal, tak ada orang yang pernah meragukan dengan kapsitas yang dimiliki […]

Continue Reading

Sanusi Pane: Sastrawan dan Pemikir Keindonesiaan

Sanusi Pane merupakan keturunan Batak di Sumatera Utara. Sanusi dilahirkan di Muara Sipongi Tapanuli Selatan pada tanggal 14 November 1905. Ia merupakan kakak kandung sastrawan Armijn Pane. Pendidikan Sanusi Pane ditempuh di Hollands Inlands School (HIS) Padang Sidempuan, Bengkulu. Selanjutnya ia bersekolah di  Europeesche Lager School (ELS) Sibolga dan melanjutkan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs […]

Continue Reading