TERTAWA DI MASA KOLONIAL BERSAMA TJAMBOEK BERDOERI

Tjamboek Berdoeri adalah nama pena yang dipilih oleh Kwee Thiam Tjing ketika menjadi kolumnis di Pewarta Soerabaja pada 1924. Namanya terdengar menakutkan, dan anehnya sekaligus memesona. Akan tetapi, membaca tulisannya yang dikumpulkan oleh Ben Anderson dalam buku Mendjadi Tjamboek Berdoeri, persepsi atas namanya yang begitu garang, akan luruh. Buku ini adalah hasil dari proses pencarian […]

Continue Reading

MENGAPA TIDAK MULAI MEMBICARAKAN SASTRA ANAK?

Gadis penjual korek api kelaparan dan kedinginan, bajunya tampak kekecilan sedangkan sepatunya terlalu besar. Di tengah keputusasaan, Elmaut datang menjemput, tetapi dia memberi kompensasi untuk segala hal tidak membahagiakan dalam hidup sang gadis. Pada tiap batang korek yang dinyalakan, si gadis kecil melihat ilusi tentang harapannya dalam hidup; tempat yang hangat, makanan yang cukup, pohon […]

Continue Reading

CANTIK ITU RASIS!

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca esai Ariel Heryanto yang ditulis pada Koran Kompas 14 September 1997. Esai ringan tersebut membahas kematian Putri Diana, bagaimana media menempatkan dan membingkai Putri Diana dalam pemberitaannya semasa mendiang hidup. Pertanyaan yang Ariel ajukan adalah, apakah besarnya animo masyarakat terhadap pemberitaan atas Putri Diana lebih disebabkan karena sang putri […]

Continue Reading

APAKAH SEJARAH SEHARUSNYA MEMIHAK?

“Everything we think that we know about the past, whether true or false, becomes a frame of reference for our understanding of the present and a guide to the future” – Alan Lictman dan Valerie French – Beberapa waktu yang lalu, Indonesia melewati hari di mana seluruh lapisan masyarakat – dengan bantuan media sosial, tentu […]

Continue Reading