Soedjatmoko: Dokter, Diplomat, dan Peletak Dasar Historiografi Indonesia

14 Desember 1957, Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta nampak lebih sibuk dari biasanya. Pada hari itu, sejumlah intelektual dari pelosok negeri berduyun-duyun menuju Universitas negeri pertama yang didirikan pasca kemerdekaan Indonesia tersebut. Kedatangan mereka merupakan bagian dari agenda pelaksanaan Seminar Nasional Sejarah pertama yang diselenggarakan di republik yang masih berumur sangat muda itu. Menurut […]

Continue Reading

Agama dan Kartini

Tepat di hari ini tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati hari lahirnya seorang Kartini. Kartini dikenal sebagai simbol emansipasi, pejuang yang memperjuangkan derajat wanita di Indonesia. Karena apa yang telah dilakukan Kartini dulu, para perempuan sekarang bisa melakukan apa yang dikerjakan laki-laki, misalnya bekerja, sekolah, dan sebagainya. Berkat sumbangsih yang besar itu, berdasarkan keputusan Presiden […]

Continue Reading

Untuk Apa Sejarah?

Judul               : Apa Guna Sejarah? Penulis            : A.L. Rowse Tahun terbit    : 2015 Penerbit          : Komunitas Bambu Tebal               : xii + 244 halaman   Belakangan kita begitu sering mendengar istilah Revolusi Industri 4.0. Banyak seminar, dialog atau hal-hal lain semacamnya yang diselenggarakan guna  menghadapi […]

Continue Reading

Kyai Anwar: Ulama Nusantara Pengarang Kitab Fikih “Kehidupan Laut”

Mengenai hukum memakan hewan-hewan laut di kalangan ulama bersifat khilafiyah (beda pendapat). Ada satu kitab yang menarik ditulis oleh ulama Indonesia bernama Kyai Muhammad Anwar al-Bataghi (Batang, Jawa Tengah). Kitab tersebut berjudul ‘Aisy al-Bahri atau “Kehidupan Hewan-hewan laut” yang membahas hukum mengonsumsi hewan-hewan yang ada laut. Kitab tersebut dicetak pada tahun 1339 Hijriyah atau 1920 […]

Continue Reading

Geger Surapati, Ketika Budak Mempermalukan Belanda

Selama ini budak selalu digambarkan sebagai individu yang lemah. Dia dianggap sebagai orang yang tak memiliki kemerdekaan. Bahkan, keseluruhan hidupnya dipergunakan untuk kepentingan tuannya saja. Tidak ada hak-hak pribadi yang bisa dia penuhi. Semua celah kehidupannya penuh dengan intervensi tuannya. Gambaran budak yang lemah dan tak merdeka ternyata sama sekali tidak berlaku bagi Untung Surapati. […]

Continue Reading