TVRI: Warisan Asian Games 1962

Indonesia kembali menjadi tuan rumah perhelatan olahraga se-Asia atau Asian Games yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang tahun ini. Ini adalah kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah pada tahun 1962 di Jakarta. Ketika ditunjuk pertama kali menjadi tuan rumah, Sukarno langsung membenahi wajah Jakarta sebagai kota tuan rumah. Tujuannya […]

Continue Reading

Namanya Dara

Dara, kutahu namanya saat dia ambil bagian dalam menyambut Dies Natalis Fakultas. Dia mahasiswi jurusan akuntansi semester lima. Dara, tak butuh waktu yang lama untuk aku dapat mengetahui nama dan sedikit informasi tentangmu. Pun, tak banyak waktuku yang terbuang untuk memikirkan dan membayangkan dirimu. Pada awalnya kupikir Tuhan sedang berbaik hati padaku dan memudahkan anganku. […]

Continue Reading

Sarekat Islam Madura

       Sarekat Islam (SI), menurut Sartono Kartodirdjo dalam buku Pengantar Sejarah Indonesia Baru jili II: Sejarah Pergerakan Nasional dari Kolonialisme Sampai Nasionalisme merupakan organisasi pertama dalam sejarah Indonesia (saat itu masih Hindia Belanda) yang mampu memobilisasi massa secara besar-besaran baik di kota maupun desa. Mobilisasi tersebut menimbulkan pergolakan yang mengganggu stabilitas kekuasaan pemerintah kolonial di […]

Continue Reading

Semangat Revolusi Mental: Harapan Menuju Indonesia yang Terdidik dan Tercerahkan

Masalah serius yang dihadapi Bangsa Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan, adalah masalah pembangunan dan pembinaan bangsa (nation and character building). Sebagai masyarakat majemuk, Bangsa Indonesia harus menghadapi realita sosial menyangkut keberagaman suku bangsa, ras, bahasa, agama, adat-istiadat, lapisan sosial, kesenjangan ekonomi dan masalah-masalah sosial lain yang sangat kompleks. Dalam upaya membentuk dan menjaga keberagaman dan keserasian, […]

Continue Reading

A.R. Baswedan: Pejuang Indo-Arab yang Moderat

Abdurrachman Rasyid Baswedan memiliki nama lengkap Abdul Rahman Awad Baswedan merupakan cucu dari Arab totok bernama Umar dari Syibam, Hadramaut. Ia lahir pada 9 September 1908 di Kampung Ampel Jawa Timur. Meskipun keluarganya merupakan pedagang, AR. Baswedan dididik dengan aturan Islam dan tradisi leluhurnya secara ketat. Jenjang Pendidikan formalnya dimulai pada usia 5 tahun di […]

Continue Reading

Siluet Karl Marx

Judul               : Karl Marx: A Nineteenth-Century Life Penulis             : Jonathan Sperber Penerbit           : W. W. Norton, New York Tahun terbit     : 2013 Tebal               : 512 hlm Jonathan Sperber terkenal sebagai sejarawan yang berfokus kepada sejarah Jerman abad 19, khususnya ihwal ‘Gerakan Rhineland’. Buku-bukunya yang telah terbit yaitu: Rhineland Radicals: The Democratic Movement and […]

Continue Reading

Kritik Pedas Bapak Pendidikan Nasional Untuk Pemerintah Kolonial

Berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 menjadi momentum perubahan jalur perjuangan kemerdekaan Indonesia yang semula melalui jalur peperangan atau perlawanan kedaerahan menjadi jalur organisasi dan gerakan politis yang bersifat nasional. Berdirinya BO juga memicu kemunculan organisasi lain yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia. Pada 25 Desember 1912, tepat di Hari Natal berdirilah […]

Continue Reading

Amin dan Sepetak Tanah

Di sebuah gubuk, Amin dan istrinya menatap sama-sama terdiam. Keduanya memandangi kuning dari hijaunya tanaman padi yang sudah siap panen. Hari itu matahari tak nampak garang, angin bersuka ria bermain bersama capung belalang dan capung. Adzan ashar terdengar, menandakan waktu sekira pukul 15:35. Sang istri yang sedari siang berada di sana sebab mengantar makan siang […]

Continue Reading

Sukarno: Si Penyambung Jodoh Hatta

Dalam bukunya Untuk Negeriku yang terdiri dalam III jilid, Mohammad Hatta menuliskan lahir tanggal 12 Agustus 1902 di Bukit Tinggi (Fort de Kock di masa Hindia-Belanda). Namun, Hatta baru menikah di usia yang sudah terbilang tua yakni 43 tahun atau setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Padahal, tak ada orang yang pernah meragukan dengan kapsitas yang dimiliki […]

Continue Reading

Polemik Gerakan Wahabiyah

Pada penghujung abad kedelapan belas, para cendekiawan Jawi terkemuka menjalin hubungan dengan wacana “Mekah” yang tengah bangkit dan menegaskan kembali norma-norma Ghazalian yang memisahkan hukum dan mistisisme. Menurut Michael Laffan dalam buku Sejarah Islam di Nusantara, sebagiannya kemudian memungkinkan bentuk-bentuk Islam ortodoks, yang mewujud dalam madrasah, bagi kaum beriman yang terdidik, dan tarekat bagi yang […]

Continue Reading